Ketika obat diabsorpsi di usus halus nilai log P perlu untuk diketahui untuk melihat lipofilisitasnya yaitu kemampuan obat tersebut dapat larut dalam lemak sehingga nantinya obat tersebut dapat melewati membran usus halus dan dapat diabsorpsi. Fisetin dapat diserap atau diabsorpsi di usus halus karena adanya lipofilisitas yang ditandai dengan nilai log P sebesar 1,55. Setelah diabsorpsi maka selanjutnya obat akan didistribusi untuk menuju target sasaran untuk memberikan aktivitas farmakologisnya. Fisetin adalah salah satu senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan.
Link youtube pertemuan 10 "Hubungan struktur, sifat fisika kimia, dan ADE (absorpsi, distribusi, ekskresi)"
Dalam video dikatakan gugus hidroksil dan gugus okso ditambahkan dalam struktur fisetin agar dapat mempengaruhi atau memberikan informasi tentang aktivitas biologisnya misalnya untuk antioksidan.
BalasHapusNamun di jurnal yang saya dapatkan penambahan suatu gugus pada struktur itu dapat meningkatkan lipofilisitas agar dapat menembus membran biologi tubuh contohnya penambahan gugus benzoil pada asetaminofen, sehingga lebih berhubungan dengan materi mengenai hubungan struktur dan proses ADE. Jadi bagaimana analisa dari penyaji tentang perbedaan fungsi/kegunaan penambahan dari gugus tersebut.
Adanya gugus pada struktur obat dapat meningkatkan lipofilisitas ataupun mengetahui efek farmakologi sebenarnya saling berikatan. Asetaminofen ketika ditambahkan dengan gugus benzoil membuat lipofilitasnya menjadi meningkat berati kemampuanya dalam melewati membran sel yang tersusun dari lemak menjadi semakin baik sehingga obat mudah di absropsi dalam tubuh misalnya usus halus. aktivitas farmakologis dari senyawa obat didapatkan setelah obat diabsropsi dalam tubuh dengan baik dan melalui proses distribusi untuk menuju sel target. kesimpulanya hubungan antara lipofilitas dan aktivitas farmakologis dari obat saling keterkaitan, karena dengan meningkatnya lipofilitas maka kemampuan obat untuk melewati membaran usus halus semakin baik dan membuat obat akan lebih mudah untuk diabsorpsi tubuh sehingga efek aktivitas farmakologis dari obatpun tercapai, karena jika obat tidak dapat diabsropsi dalam tubuh dengan baik maka obat tidak dapat didistribusikan ke sel target sehingga aktivitas farmakologisnyapun tidak tercapai.
HapusPada bagian cara menentukan penambahan gugus pada struktur saya juga bingung, contohnya di jurnal penyaji dikatakan fisetin ditambahkan hidroksil dan okso sehingga dapat memberikan Efek, namun di jurnal pembanding dikatakan untuk asetaminofen ditambahkan gugus benzoil dapat memberikan Efek dengan meningkatnya lipofilisitas, sehingga dilihat dari manakah penambahan gugus pada strukturnya,apakah dari obatnya atau bagaimana
BalasHapusUntuk jurnal dari penanya itu struktur asetaminofen ditambahkan dengan gugus benzoil sedangkan jurnal acuan saya gugus hidroksil dan okso merupakan bagian dari struktur fisetin.
HapusJadi fisetin itu adalah salah satu senyawa flavonoid karena bentuk strukturnya. untuk menjadi senyawa fisetin struktur dari flavonoid itu pada gugus alkilnya terdapat penambahan gugus hidroksil (OH) dan gugus okso, karena ada penambahan itu terbentuklah senyawa fisetin. Ketika ada penambahan gugus hidroksil dan okso tersebut maka juga dapat mempengaruhi aktivitas farmakologis dari suatu senyawa obat. Untuk fisetin dapat memberikan aktivitas farmakologisnya sebagai antioksidan.